Senin, 28 Maret 2016

Essay

KURANGNYA VARIAN BRAND PRODUK YANG BEREDAR DIBENGKULU
Bengkulu adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sedang berkembang. Salah satu bentuk sebuah kota itu berkembang ialah berlomba-lombanya perusahaan dagang raksasa untuk menanamkan modal atau membuka cabang perusahaannya di kota berkembang tersebut. Seperti dikota-kota maju saat ini, sangat lengkap varian brand produk yang beredar dipasaran, bukan hanya brand produk lokal melainkan brand-brand produk import pun sangat mudah kita temukan. Tidak seperti di Bengkulu, sangat jarang kita bisa temukan brand produk yang umum di kota besar, walaupun ada sebagian brand produk yang mulai beredar di Bengkulu, bahkan membuka cabang sendiri.
Banyak perusahaan brand produk yang berhasil setelah membuka cabangnya di Bengkulu, tentu saja salah satu keunggulannya ialah tidak adanya saingan bagi perusahaan tersebut. sebagai contoh perusahaan yang berhasil ialah  Matahari dan 21 Cineplex. Matahari ialah situs perdagangan asal Indonesia yang menyediakan lebih dari ratusan ribu produk dari segala kebutuhan mulai dari fashion, kesehatan, kecantikan, hingga perlengkapan rumah tangga. Ditambah lagi Matahari membuka anak perusahaan yang bergerak dibidang distributor bahan pangan, elektronik, perlengkapan rumah, dan lain-lain yang bernama Hypermart (Wikipedia). Perusahaan raksasa ini merajai pusat perbelanjaan di Bengkulu untuk saat ini yang pada dasarnya mencederai pasar tradisional yang sejak dahulu sudah ada di Bengkulu. 21 Cineplex ialah sebuah  jaringan bioskop dan pelopor jaringan Cineplex di Indonesia, seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, 21 Cineplex telah melakukan sejumlah pembenahan dan pembaharuan, diantaranya adalah dengan membentuk jaringan bioskopnya menjadi 4 merek terpisah, yakni Cinema 21, Cinema XXI, The Premiere, dan IMAX (Wikipedia). Namun khusus di Bengkulu hanya ada Cinema 21 yang kita ketahui sebagai kelas bioskop paling ekonomis keluaran 21 Cineplex, banyak rumor yang berkembang saat ini ialah akan dibangunnya Cinema XXI yang kelasnya diatas Cinema 21 dan tentu saja dengan harga tiket yang lebih mahal namun dengan fasilitas lebih lengkap. Kedua perusahaan ini lah yang saat ini merajai pasar jual Bengkulu karena belum adanya pesaing dengan produk yang sama.
Namun berbicara tentang perusahaan yang berhasil tentu saja ada juga perusahaan yang gulung tikar setelah mencoba peruntungannya di Bengkulu. Sebagai contoh Timezone, Moko Moko, Pulsar Bajaj, Rudi Hadisuarno, dan Johnny Andrean. Perusahaan-perusahaan ini tumbang dikarenakan kurangnya peminat atau kalah saing oleh perusahaan serupa yang lain. Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan bangkrutnya sebuah perusahaan di Bengkulu padahal di kota besar perusahaan tersebut cukup mempunyai nama dan reputasi, salah satu faktor utamanya adalah rendahnya pengetahuan dan sifat keterbelakangnya konsumen di Bengkulu.
Konsumen di Bengkulu tidak mempunyai sisi prestige (martabat, gengsi adalah suatu pandangan aura dari keberhasilan dan kemewahan untuk menggambarkan seseorang (arti-definisi-pemgertian.info)) dalam berbelanja, jangankan sisi prestige, rasa loyalitas kepada sebuah brand produk pun tidak ada. Lain halnya seperti di kota-kota besar, para konsumen berlomba-lomba memuaskan hasrat belanjanya dengan menomor-satukan sisi prestige untuk produk yang akan dibeli, sehingga perusahaan ternama pun berlomba-lomba menanamkan modal untuk membuka cabang baru. Sering sekali kita dengar pembicaraan konsumen dibengkulu tentang perbandingan harga sepasang sepatu Nike di Sport Station dan di Suprapto, jelas membandingkan harga dari perusahaan besar dengan toko kecil sangat lah salah, bukan karena beda kelas, melainkan beda produk, walaupun keduanya sama-sama menjual brand produk yang sama, tapi kualitas kedua buah produk sangat jauh berbeda, produk yang di jual di Sport Station ialah produk original sedangkan yang dijual di Suprapto adalah produk-produk KW alias bajakan. Nah, buruknya sifat konsumen di kota Bengkulu ini adalah lebih memandang sesuatu tersebut dari sisi kwantitas daripada kwalitas. Hal ini lah yang membuat banyak perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia memilih untuk angkat kaki dari pasar Bengkulu dan karena fenomena ini lah banyak sekali brand produk unggulan dan ternama di Indonesia mengurungkan niatnya untuk membuka cabang di Bengkulu.
Bukan hanya itu saja, sifat lain konsumen dibengkulu yang bisa dibilang sangat tertinggal dari konsumen kota besar ialah rasa penasaran yang besar namun cepat jenuh dari konsumen di Bengkulu. Contohnya ialah apabila sebuah perusahaan ternama terbesar dari kita membuka cabang baru di Bengkulu, rasa antusiasme konsumen Bengkulu sangat lah menggebu-gebu, yang menyebabkan antrian panjang pada saat grand opening perusahaan tersebut, rasa ingin tahu yang sangat besar membuat kewalahan para pekerja diperusahaan tersebut, banyaknya pesanan dan permintaan membuat omset diawal meroket. Contohnya saja saat grand opening suatu perusahaan ternama di Bengkulu, yaitu Pizza Hut, pada hari itu sangatlah baik antusiasme para konsumen terhadap perusahaan tersebut. namun hal ini tidak akan bertahan lama, maksimal 3 bulan perusahaan tersebut ramai akan pembeli, lewat dari 3 bulan penjualan akan berjalan normal, bahkan mendadak sepi apabila ada perusahaan lain yang membuka cabang juga di Bengkulu sehingga para konsumen berpindah haluan dengan sangat cepat. itu pun membuat suatu perusahaan ternama berfikir dahulu jika akan membuka perusahaannya di Bengkulu.  Itu semua membuktikan bahwa antusiasme para konsumen Bengkulu hanya baik di awal saja. Tetapi ada beberapa perusahaan yang cukup bertahan sampai saat ini, atau membuka cabang lain. Itu karena para konsumen Bengkulu menyukai barang jual perusahaan tersebut, seperti El-Jhon adalah salah satu toko yang besar dan memiliki beberapa cabang di Bengkulu, karena ini semua terlihat dari barang yang di jualnya merupakan barang untuk sehari-hari, maka dari itu banyaknya cabang yang dibukanya. 
Disini sangat diperlukan management yang tepat agar tidak terjadinya kebangkrutan yang sangat menghantui setiap saat. Management harus bekerja keras untuk menciptakan ide-ide, inovasi dan kreasi baru guna memancing kembali konsumen karena sifat konsumen Bengkulu yang haus akan hal baru. Misalnya dengan mengadakan event dan program acara yang menarik serta melakukan beragam promo pada produk. Salah satu cara ampuh untuk mencari konsumen yang loyal akan brand produk tersebut ialah dengan cara merangkul komunitas yang mempunyai massa besar, dengan promo atau endorse besar-besaran kepada komunitas tersebut, mereka akan membawa keutungan juga bagi perusahaan dengan tanpa disadari mereka menjadi iklan berjalan bagi produk kita. Serta banyak lagi ide-ide yang bisa digali untuk tetap menstabilkan grafik penjualan perusahaan.

Intinya, sangat tidak menutup kemungkinan Bengkulu bisa menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan-perusahaan besar ternama dari dalam atau luar negeri, asalkan konsumen di Bengkulu ingin belajar untuk menjadi konsumen yang baik dan mempunyai sisi prestige dalam belanja. Karena perusahaan brand produk lah yang menjadi salah satu penentu kemajuan sebuah kota, semakin banyak brand produk yang beredar, maka semakin banyak juga turis-turis domestic maupun mancanegara berdatangan ke Bengkulu.

Selasa, 22 Desember 2015

JURNAL



MENGAPA STUDI BAHASA
DAN KOMUNIKASI TEKNOLOGI?
Sebuah cara yang umum untuk memperkenalkan studi teknologi komunikasi baru seperti komunikasi melalui komputer (CMC) dan internet adalah dengan mengutip statistik tentang popularitas dan difusi teknologi fenomena-dimediasi. Tentunya, prevalensi Internet, di setidaknya bagi kita yang tidak mengangkat menggunakannya, adalah fenomenal. Ini adalah sebuah waktu sangat singkat sejak beberapa dari kami digunakan e-mail, untuk biasa yang Tampilan situs Web alamat di billboard dan sisi buses- sering disertai dengan sedikit lain notasi-begitu baik-tertanam memiliki Internet menjadi. Nama itu untuk situs Web alamat, "URL," telah menjadi bagian dari bahasa kita; "E-mail" adalah kata kerja sekarang juga sebagai kata benda, dan "Iming" mendekati penggunaan umum. Difusi cepat dari inisistem, di mana-mana mereka di kampus-kampus, di tempat kerja, dan dibanyak rumah, telah membuat tidak perlu untuk memulai artikel dengan memprediksi bahwa Internet akan menyebar atau basis pengguna akan tumbuh sebesar-andsuch seperti persentase, dan bahwa ini membuat CMC daerah potensial berharga studi. Jelas, digital membagi samping, kita sudah "di sana,"di mana pun itu. Di mana "ada", bagaimanapun, adalah jauh lebih penting daripada masalah popularitas, mana-mana, atau proyeksi pertumbuhan. Memang ada banyak kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, tapi pameran sering mereka sendiri tidak membuat mereka layak studi ke psikolog bahasa atau peneliti sosial lainnya. Ada tentu saja argumen yang akan dibuat tentang mana-mana dan culturalconsequences (lihat misalnya, C. Marvin, 1988; Thurlow & McKay, 2002), tapi koneksi ini lebih sering daripada tidak meninggalkan tak tertulis. Mungkin kita harus mencegah orang dari artikel mulai menggunakan popularitas dan mana-mana pemikiran. Lalu mengapa bahasa belajar dan psikologi sosial sehubungan dengan teknologi komunikasi? Karena tiga alasan.
Pertama, untuk bertanya bagaimana teknologi mempengaruhi penggunaan komunikasi, bahasa, dan proses konsekuen; untuk melihat apakah Menyebabkan teknologi, mengubah, atau mengubah sifat percakapan kami, dan hubungan, tudes, atau hasil yang dipantulkan dan dibentuk oleh transaksi communica-tion kami.
Memang, penelitian Hancock pada bahasa nonliteral dan CMC tidak hanya ini, dalam edisi ini, fokus pada ironi, dan ironisnya menemukan hasil yang bertentangan dengan prediksi teori linguistik berorientasi tradisional. Gergle, Kraut, dan Fussell yang artikel di masalah ini juga menunjukkan bagaimana bahasa dipengaruhi oleh antarmuka teknologi yang berbeda, dengan cara-cara yang memungkinkan mitra untuk mempertahankan beberapa jarak dari satu lagi belum merebut kembali bergantian linguistik yang memberikan keuntungan dalam tatap muka kolaborasi.

Alasan kedua untuk mempelajari bahasa dan teknologi mengambil pendekatan bertentangan dengan yang pertama. Daripada untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi
fundamental mengubah interaksi dan kemampuan kita untuk mencapai tujuan interaksi, kita dapat menjelajahi bagaimana yang disebut hambatan dari teknologi komunikasi yang diatasi dengan penggunanya; bagaimana orang beradaptasi
semiotika ketika mereka bergerak dari satu set sistem simbol yang lain, dari pidato ke teks. Paradigma ini memberikan kita sarana untuk menemukan dan mengartikulasikan prinsip-prinsip tentang bahasa, proses psikologis, dan hubungan manusia yang selalu ada, kadang-kadang baru lahir, tapi sekarang datang ke dalam fokus melalui lensa alat baru untuk mempekerjakan, mengaktifkan, menampilkan, dan mengamati dinamika ini. Bagaimana kita menggunakan bahasa untuk mengelola percakapan (seperti yang terlihat dalam pasal Baron di ini masalah), untuk mengidentifikasi diri kita sendiri dan orang lain (dalam Herring dan Martinson ini Artikel dalam masalah ini), dan untuk mengekspresikan kedekatan (di O'Sullivan, Hunt, dan artikel Lippert dalam masalah ini) tidak oleh pertanyaan cara baru, terutama di jurnal ini, meskipun kinerja mereka dalam baru lingkungan membuat lebih jelas bahwa mereka adalah proses sosial sentral meskipun persyaratan untuk melakukannya dengan cara-cara baru.

Belum lama ini banyak sarjana yang pesimis tentang CMC ini mungkin fasilitasi proses tersebut. Beberapa peneliti (misalnya, McGrath, 1990) meragukan bahwa pengguna CMC bisa menciptakan koherensi percakapan antara bergantian tanpa isyarat nonverbal; Baron (masalah ini) menunjukkan bahwa mereka lakukan. Lainnya berpendapat bahwa identitas personal akan sulit untuk menyampaikan tanpa isyarat penampilan fisik (Sproull & Kiesler, 1986), atau, dibebaskan dari isyarat penampilan fisik, tidak ada yang akan ingin mengidentifikasi jenis kelamin, ras, atau karakteristik kategoris nya (misalnya, Howard,1997); Sebaliknya, Herring dan Martinson (masalah ini) menunjukkan bagaimana orang tryto sinyal jender, serta bagaimana mereka sinyal gender mereka whentrying tidak, melalui variasi bahasa. Menyadari bagaimana bahasa saja memfasilitasi masing-masing proses adalah perubahan yang signifikan, karena proses seperti sering, dalam pertemuan offline, didominasi oleh aspek nonverbal dari interaksi tatap muka. Namun, melihat begitu jelas untuk diri kita sendiri dan dalam kehidupan rekan-rekan kami, mahasiswa, atau anak-anak, yang acquainting, menggoda, dan koordinasi yang berlangsung melalui bahasa sendiri, meskipun pesimisme tentang kemampuan teks murni untuk membawanya off, adalah kesaksian yang kuat untuk kekuatan psikologis bahasa dan manusia yang menggunakannya. Ini adalah pelajaran tentang menjadi manusia yang mungkin tetap sulit dipahami jika tidak dibawa ke perbedaan dramatis seperti pada proscenium elektronik.

Alasan ketiga untuk mempelajari bahasa dan teknologi adalah satu praktis, paling baik dilakukan ketika diberitahu oleh teori-teori bahasa dan interaksi sosial: Bagaimana kita membuat, memodifikasi, atau menyebarkan antarmuka teknologi baru yang memungkinkan kita untuk mengejar tujuan-tujuan sosial yang lebih efektif? Kita semua telah menyaksikan datang dan pergi dari baru "aplikasi pembunuh" (yaitu, perangkat lunak dan perangkat keras sistem yang datang di tempat kejadian dan berjanji baru tingkat dingin). Kita telah melihat bagaimana multi-user keputusan real-time sistem memfasilitasi tampilan ide spontan atau pertanyaan yang seharusnya dapat hilang untuk mengubah-mengambil persyaratan, dan kami memiliki
datang untuk mengetahui secara langsung bagaimana sistem asynchronous memungkinkan siswa kami
meminta kami pertanyaan oportunistik, di semua jam, tentang hal-hal yang mungkin tidak ingat, atau penting, atau berguna, jika mereka menunggu "kantor jam. "generasi baru dari pengolah kata menawarkan mantra lama yang sama checker, tapi mereka sekarang termasuk alat-alat kolaborasi korban berbagi dokumen baru, komentar, dan merevisi antara mitra sosial. Program email memberitahukan kita apakah kita telah menggunakan kata-kata profan yang mungkin menyinggung penerima, menandai missives terburu-buru untuk kursi departemen dengan begitu banyak cabai yang mereka terlihat lebih panas dari menu restoran Thailand. Yang terbaik dari ini dan masa depan teknologi, tidak didasarkan pada panas atau dingin, atau wawasan sementara. Mereka didasarkan pada beralasan teoritis pemahaman tentang bagaimana kita menggunakan bahasa dan tulisan visual, dan pertanyaan pada berorientasi secara teoritis tentang apa yang ingin kita lakukan. Bagaimana fungsi bahasa dalam tugas-tugas kolaboratif, dan apa variabel antarmuka memfasilitasi bahasa produktif daripada menghambat itu? Selain fokus pada interface oleh Gergle et al. (masalah ini), artikel oleh O'Sullivan et al. (masalah ini) mengambil "bahasa kedekatan" ke baru elektronik dan bentuk-bentuk simbolik, menggantikan efek nonverbal dan melengkapi bahasa, dengan kedua implikasi umum dan aplikasi khusus untuk konteks pendidikan.

                        Singkatnya, kita bertanya di mana kita sebagai hasil dari mode baru untuk
menggunakan bahasa, dan dari perspektif ini, apa yang kita masing-masing dan
pengembangan ilmiah dalam perjalanan ke sudut pandang ini menceritakan tentang apa artinya menjadi diri kita sendiri. Dilengkapi dengan pertanyaan yang berkembang dan bukti di bidang ini, di sini dan di luar batas-batas koleksi ini, kami membahas pertanyaan filosofis tentang sifat dari kondisi manusia, pertanyaan psikologis tentang persepsi dan perilaku, dan pertanyaan-pertanyaan praktis tentang rekayasa sistem atau rekayasa sosial yang memungkinkan kita untuk mengejar kami sosial kuno tujuan, dari menemukan informasi untuk mencari pasangan, dengan dan tanpa teknologi.
Venues BAHASA PURE
Dari semua perspektif dan disiplin untuk melihat mereka, hal ini terutama pas untuk mendekati isu-isu teknologi komunikasi dari bahasa perspektif. Untuk satu hal, kehadiran hidup dari berbasis teks CMC di hidup kita Redresses rahasia kecil yang kotor dalam sejarah komunikasi Permintaan: pretensi metodologis kami bahwa komunikasi dan bahasa isomorfik. Sampai sekarang, bahasa, dalam interaksi pidato, telah tetapi bagian dari kompleks komunikasi yang penelitian kami keinginan untuk menggambarkan. Bahasa, dalam sambutannya, selalu bagian dari konglomerat besar isyarat, dengan repertoar nonverbal sejalan jika tidak outdistancing verbal untuk berbagai tujuan. Hal ini biasa untuk mengakui bahwa perilaku nonverbal adalah sebanyak atau lebih bagian dari makna sosial tatap muka interaksi seperti bahasa, dan banyak panggilan untuk penelitian telah mendesak kita untuk berpikir tentang saling melengkapi atau yang integrasi dari saluran ini ekspresi (misalnya, Cappella & Palmer, 1990; Kendon, 1983; Jones & LeBaron, 2002) .Yet empiris kami literatur lebih cenderung mengabaikan daripada untuk mengamati (lih Walker & Trimboli, 1989; Walther, Loh, & Granka, di tekan). Maklum, setiap aktivitas komunikasi, pada semua sistem, mungkin begitu kompleks sehingga lebih dari sekilas parsial berada di luar jangkauan (dan begitu pula kompleksitas bahasa dalam teks), dan mendesak pendekatan terpadu setiap saat adalah lebih mudah daripada benar-benar melakukannya. Namun demikian, kita cenderung untuk menyapu keberpihakan kami di bawah karpet daripada mereda itu. Studi persuasi, untuk Misalnya, bahwa eksperimen mengubah kata-kata dan frase atau dugaan kualifikasi pembicara, dalam versi cetak dari pidato nyata, menawarkan sejarah temuan bonafide. Namun, kita tahu bahwa kata-kata dan reputasi adalah bagian dari pertukaran multimodal dinamis, dan varians dalam kehidupan nyata dicatat dengan apa yang kita dapat mewakili kata saja adalah tetapi proporsi dari varians dalam dinamika komunikatif dalam aktual (atau bahkan dibikin) peristiwa pidato. Ini bukan untuk mengatakan bahwa variasi bahasa tidak menyebabkan perubahan sikap. Sebaliknya, itu adalah untuk mengatakan bahwa tatap muka komunikasi, menjadi multifaset dan multimodal, adalah lebih dari baik analisis bahasa atau analisis nonverbal cenderung menangkap dari perspektif sendiri.

            Tidak begitu dalam studi upaya pengaruh secara online (misalnya, GUEGUEN 2001;
GUEGUEN & Jacob, 2003) yang seluruhnya berbasis bahasa. E-mail
pengguna, penulis papan buletin, pengguna ruang chat, dan Instant Messenger mempekerjakan bahasa hampir secara eksklusif dalam upaya mereka, dengan besar fasilitas, dan tanpa "noise" dari penampilan fisik, coorientation tubuh, manajemen proxemic, lapangan vokal, irama, dan kualitas, dan banyak isyarat lainnya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pidato tapi itu tidak hadir di alam semesta secara online. CMC, bagi peneliti bahasa, adalah tempat di mana varians belum ditemukan oleh variabel bahasa mungkin disebabkan kesalahan pengukuran daripada sejumlah variabel komunikasi bersaing ied. Untuk analis wacana yang sebelumnya membela pemberhentian perilaku nonverbal dalam analisis mereka berbicara, hari mereka telah tiba. Ada wacana, pengaruh upaya, terapi, courtships, dan sejumlah komunikasi Peristiwa yang episode bahasa bonafid di dunia online. The rahasia kecil yang kotor, yang kita pelajari dalam bahasa tatap muka bertemu hanya bagian dari komunikasi kami berharap untuk memahami, adalah diperdebatkan dalam studi lingkungan baru yang L. Marvin (1995) disebut sebagai "dunia yang terbuat dari kata-kata."
PERAN DARI
BAHASA DALAM CMC PENELITIAN

Telah ada tren siklus dalam peran data bahasa dalam kajian teoritis dari teknologi komunikasi, meskipun bahasa dinamika yang tersirat dalam teori ini. Wacana penelitian analitik, dari Tentu saja, selalu disimpan Data bahasa depan dan tengah. Namun, baru-baru ini
teori grand CMC belum didukung dengan sebanyak
Bukti berbasis bahasa karena mereka telah dengan jenis lain dari variables.This mungkin produk dari evolusi dari field.Its sangat muda teori awal difokuskan pada efek yang relatif kuat dan langsung media pada perilaku, dan perilaku bahasa memang, diukur cukup sering. Teori kehadiran sosial (Short, Williams, & Christie, 1976) diterapkan untuk CMC dalam tes yang melibatkan Proses Interaksi Analisis transkrip verbal (Hiltz, Johnson, & Turoff, 1986). Kiesler dan rekan (Kiesler, Siegel, & Mcguire, 1984; Siegel, Dubrovsky, Kiesler, & Mcguire, 1986; Sproull & Kiesler, 1986) kode "menyala" dan lainnya pola verbal untuk menguji kurangnya konteks sosial isyarat hipotesis. Penelitian empiris pada generasi kedua dari teori-teori seperti sosial Identifikasi / deindividuation (Lea & Spears, 1991), pengolahan informasi sosial, (Walther, 1992), dan model hyperpersonal (Walther, 1996), namun, awalnya dimanipulasi sosial, fisik, dan / atau anteseden sementara yang diduga meminta proses kognitif sosial dalam CMC, yang diusulkan untuk berinteraksi dengan sifat teknologi, untuk menilai pengguna evaluatif dan afektif hasil. Hasil diukur lebih sering dengan laporan diri timbangan, atau dengan dimensi, langkah-langkah evaluatif interaksi menilai
catatan, dari data yang bahasa secara implisit terkait dengan teori
peristiwa. Itu membuat beberapa akal untuk pergi rute yang: Penelitian sebelumnyan variabel anteseden kontekstual diabaikan, meninggalkan bahasa berbasis Hasil multitafsir. Kemudian penelitian difokuskan pada konteks dan hasil, dengan asumsi bahwa jika hasil bruto tidak ada, akan ada keuntungan sedikit dalam mengevaluasi mendasari mekanisme seperti bahasa.

Namun, lapangan telah matang. Teori-teori yang telah mengumpulkan gross
tingkat dukungan, atau konflik di antara temuan kotor, memanggil kita untuk fokus pada
aspek mikroskopis dan perilaku bahasa nyata sebagai bukti yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pertanyaan lebih langsung dan definitif
(lihat misalnya, Postmes, Spears, & Lea, 2000; Thomson, Murachver, & Green, 2001; Tidwell & Walther, 2002; Walther et al., Dalam pers). Artikel di masalah ini melanjutkan tren penting ini. Mereka memiliki di umum analisis bahasa sebagai data, dalam menangani teori gross-tingkat yang tergantung pada bahasa sebagai mekanisme mereka, atau untuk menyelesaikan konflik teoritis yang dapat diatasi hanya dengan data bahasa. Kehadiran sosial teori balas dengan landasan teori dalam masalah ini, dengan bahasa sebagai bukti. Fenomena-tujuan yang terkait ditangani melalui wacana dan bahasa data pembanding, bergerak di luar deskriptif dan interpretatif dengan lebih teoritis dan komparatif, sedangkan orang lain bergerak dari hasil abstrak ke bahasa tertentu dan simbolik mekanisme.
PENELITIAN MASA DEPAN

Apakah isu-isu yang menjamin penelitian masa depan? Di satu sisi, yang bidang membutuhkan lebih banyak sintesis: Bagaimana teknologi yang digunakan, dengan dampak apa, di multimodal, media-pergeseran kehidupan sosial? Hubungan tidak tunggal disalurkan, meskipun kecenderungan banyak penelitian kami untuk mengontrol, parsial, dan memaksa keterbatasan ini untuk tujuan studi. Hubungan yang dimulai dalam satu domain-online atau off-sering menyeberang ke lainnya, baik yang relatif permanen (misalnya, ketika seseorang bergerak menjauh) atau banyak kali sehari (misalnya, di antara rekan-rekan organisasi yang tidak terikat meja mereka). Bagaimana wajah-to-face pertemuan hari ini memberikan landasan untuk pesan e-mail besok harus memberikan petunjuk beralih media, bidang di mana teori seleksi media, dengan mereka sejarah jerawatan sendiri testability dan dukungan, akan bahkan tidak cocok (lihat meninjau Dennis Kinney & 1998; Walther & Taman, 2002). Teoretis
penelitian yang tidak hanya memperhitungkan tetapi dapat menjelaskan dan memprediksi
perpindahan saluran akan berguna untuk lapangan (misalnya, Turner, Grube, &
Meyers, 2001).

Lapangan juga akan mendapatkan keuntungan dari kekhususan yang lebih besar dalam isolasi dan spesifikasi dari faktor-faktor penyebab dan efek interaksi khusus mereka, berantakan "kotak hitam" pendekatan bahwa penelitian yang berhubungan dengan internet sering menderita. Dalam mengartikan efek sosial dari Komunikasi internet, penting untuk diingat bahwa 'bersih adalah bukan hanya aboutwhatyou dapatkan, tapi alsowhoyou mendapatkan. Artinya, menyertai dominasi komunikasi berbasis teks, jaringan sosial disajikan melalui Internet mungkin berbeda secara radikal dari orang-orang dari kehidupan offline. Internet memfasilitasi kontak langsung dengan orang lain banyak derajat pemisahan diri, dan ini adalah sangat penting bagian dari apa yang membuat Internet apa itu. Sayangnya, penelitian bergerak antara penelitian eksperimental dan survey mencatat efek komunikasi Internet, efek berpotensi berbeda isyarat terhadap jaringan sering digabungkan.
Misalnya, banyak yang dikatakan tentang Internet menjadi "lemah" media emosional atau psikologis, sebuah pernyataan kadang-kadang dianggap berasal dari isyarat gagal untuk menyampaikan, dan / atau orang-orang dengan siapa satu kemungkinan berkomunikasi, tetapi sering tanpa perbedaan. Literatur di Internet efek mengacu pada keuntungan dan kerugian dari berkomunikasi dengan "ikatan lemah," tapi membingungkan apakah hubungan tersebut lemah karena mereka adalah sociometrically lemah (Granovetter, 1973), perkembangan yang lemah dalam hal uniplexity atau multiplexity hubungan komunikasi, communicationally lemah karena mereka tidak memiliki kekayaan nonverbal isyarat, atau emosional yang lemah karena mereka tidak "nyata" hubungan di dasar mereka. Dengan demikian atribut teknologi (atau yang) bingung. Beberapa kemajuan sedang dibuat dalam hal ini (lihat misalnya, Eveland, 2003). Memang, bekerja dengan Kraut et al. (1998) tentang pengaruh depresi Internet komunikasi awalnya beralasan bahwa penurunan kesehatan mental yang karena komunikasi yang lemah dan mengurangi dukungan sosial melalui internet relatif terhadap interaksi offline. Klaim tersebut dievaluasi ulang di penelitian tindak lanjut menunjukkan bahwa komunikasi antara Internet teman-teman dan mitra berkenalan sebelumnya sebenarnya menguntungkan, meskipun isyarat disaring oleh e-mail (Kraut et al., 2002). Spesifisitas menyebabkan seperti yang kita bergerak maju akan memungkinkan kita untuk menghindari salah langkah masa depan jenis yang demam emas penelitian Internet telah melihat begitu jauh.

Perkembangan teknologi juga akan membawa peluang yang menarik bagi kita untuk terus belajar tentang sifat hewan linguistik. Ketika mimpi komputasi di mana-mana adalah nyata (lihat Weiser, 1991) - ketika perangkat yang menawarkan suara, pesan teks, dan video yang sama-sama tersedia, mudah, dan murah (karena mereka menjadi bahkan sekarang) –apa peluang kita harus melihat mana keadaan dan manusia kebutuhan preferensi cepat untuk teks dan upaya mengetik, daripada suara atau semuanya. Ketersediaan sesekali komputer terpadu kamera video untuk sekitar US $ 10, dan mereka widespreadnon-adopsi, bersaksi bahwa ada affordances komunikasi bahasa-satunya sistem yang diinginkan dan bermanfaat, dan penelitian yang menjelaskan mengapa itu-apa dinamika pesan teks saja berada dan mengapa mereka menarik-dapat tempat online yang benar-benar exciting.We telah menemukan yang menarik justru karena anonimitas mereka dan affordances asynchronous mereka menawarkan untuk pesan kerajinan di waktu luang dan dengan hati-hati, seperti fenomenal populer sosial elektronik  kelompok dukungan online (lihat Walther & Boyd, 2002).
Peran video sebagai penambah atau pengganti CMC akan terus menduduki perhatian penelitian, untuk hasil pada subjek sejauh ini cukup dicampur, meskipun kejelasan temuan oleh Gergle dkk. Dilaporkan sini. Manfaat berbagi benda elektronik atau gambar hidup dari participants kemungkinan besar tergantung pada tugas percakapan dan kesibukan Cogni-tive dari peserta, dan teks saja tetap menguntungkan dalam beberapa pengaturan (Hinds, 1999; Slovacek, 2003). Gergle dkk. (ini masalah) fokus pada tugas-tugas referensial. Apa jenis alternatif tugas ada, dan implikasinya terhadap dukungan visual, konseptual dan layak eksplorasi empiris. Studi awal menggabungkan karakteristik asynchronous e-mail dengan kemampuan video teknologi yang lebih baru telah menunjukkan hasil yang ironis: Efek video tergantung pada keterlibatan percakapan peserta, dan bahwa ketika percakapan menarik keterlibatan, video mengganggu (Nowak, Watt, & Walther, 2004). Kadang-kadang kurang lebih dan lebih kurang, tapi masih belum jelas kapan.
Kemajuan teknologi juga akan menampilkan pertukaran lanjut teknologi untuk perilaku komunikasi tanpa bantuan, yang memungkinkan jauh kolaborator untuk mencapai kesejahteraan. Nardi dan Whittaker (2002) menyatakan bahwa teknologi informasi tidak bisa, pada prinsipnya, memberikan beberapa dasar fasilitas interaksi tatap muka tidak, seperti menyediakan signalsof ketersediaan mitra dan perhatian, menawarkan dasar untuk hubungan afektif, dan sebagainya. Argumen mungkin mencerminkan apa Rudner (1966) disebut kesalahan dari "emergentisme" dalam ilmu sosial: untuk berpendapat bahwa karena sesuatu yang tidak dapat diukur dan dipahami sekarang, itu bisa tidak pernah diukur dan understood.The kematian kotak hitam dari proses faceto-wajah, dan terjemahan untuk sistem teknologi adalah segera hadir, harkened oleh interaksi-manusia robot interaktif tuntutan dan kebutuhan telekomunikasi lainnya. Bahkan "daftar teman" pemberitahuan bahwa Instant Messenger mentransmisikan ketika pasangan yang dikenal online dan berpotensi tersedia untuk chatting, adalah salah satu perkembangan teknologi yang sinyal ketersediaan mitra dan perhatian potensial (lihat Baron, masalah ini). The pertukaran identitas dan emosional
indikator, dari nonverbal isyarat bahasa (seperti dalam Herring & Martinson, masalah ini) atau ke ikon dan fitur desain web (O'Sullivan et al,masalah ini) adalah bukti lebih lanjut. Sebagai kemajuan teknologi, akomodasi ini dan substitusi akan menjadi lebih cair.
Apa fasilitas teknologi cairan tersebut akan berarti dalam hidup kita akan terus menjadi isu penting untuk penelitian, seperti Thurlow dan McKay (2003) dibahas berkaitan dengan teknologi dan remaja dalam laporan satuan tugas IALSP sebelumnya. Penelitian akan bergerak melewati media efek model yang telah mendominasi penelitian awal CMC, di mana penggunaan teknologi ini atau yang memiliki dampak langsung pada perilaku, pandangan, atau hubungan. Sebagai Thurlow dan McKay tampaknya menyarankan, kita mungkin fokus bukan pada "peluru ajaib" tetapi pada bagaimana schemata kami untuk sosial struktur yang melebar atau dibentuk oleh faktor teknologi dan sosiologis secara teoritis discernable. Sama seperti munculnya hypertext dan yang transformasi potensi informasi diantisipasi untuk membawa cara-cara baru untuk berpikir (Bolter, 1991), melakukan komunikasi aksesibilitas mengubah konseptualisasi kami persahabatan atau kinships, yang kami col liga adalah, kedekatan atau farness? Apa yang "pergi ke kelas" ketika lec-membangun struktur dapat dilihat secara online setiap saat, atau ketika laptop nirkabel tampaknya mendorong menjelajah sebanyak mencatat di ruang kuliah (lihat Hembrooke & Gay, 2003)? Isu multitasking secara umum, dan Kehadiran bahasa dibandingkan dengan lainnya, rangsangan simultan, layak eksplorasi.
Aplikasi antarkelompok dari CMC dan variasinya menawarkan besar janji juga. Diskusi yang menyeluruh dan mendalam eksemplar ini berkembang bidang penelitian yang tersedia dalam publikasi lain (Postmes, Spears, Lea, & Reicher, 2000; Spears, Lea, & Postmes, 2001). Jenis self-presentasi online, akomodasi, dan divergensi yang sedang memetakan antara kategori jenis kelamin, misalnya (Colley & Todd, 2002; Thomson, Murachver, & Green, 2001), menyerukan ekspansi, dan komunikasi antara anggota bermusuhan etnis atau konstituen nasional memohon untuk perhatian: Di CMC, ketika sorban dan yarmulke tidak perlu terlihat selama interaksi, dapat kesamaan dibuat lebih menonjol daripada perbedaan? Dapat menjadi hubungan dibangun pesan pada satu waktu, jika peserta diskusi memiliki bahasa pihak ketiga dan media yang membuat bahasa yang lebih menonjol daripada identitas mereka jika tidak muncul untuk menahan? Akhirnya, tujuan interpersonal dan perilaku relasional yang paling
alam duniawi namun mendasar pantas perhatian, untuk elektronik
lingkungan, sekali lagi, mungkin mengubah cara mereka dilakukan atau membawa mereka ke dalam fokus dengan menunjukkan bagaimana individu bekerja melalui perubahan codes.Research telah difokuskan pada bagaimana kita mengembangkan hubungan online; bagaimana kita mengakhiri mereka? Bagaimana peoplediscouragecontact, di dunia di mana banyak dari kita merasa terlalu diakses; melalui bahasa disaffiliation atau melalui waktu dan interaksi pola? Bagaimana individu menegaskan dominasi dalam kelompok, ketika lingkungan percakapan tidak setuju untuk "mengendalikan lantai"? Banyak penelitian telah menyatakan bahwa CMC menyetarakan partisipasi dalam kelompok, mengukur frekuensi partisipasi untuk mendukung klaim tersebut. Namun, status berasal berinteraksi dengan proporsi partisipasi dalam mengevaluasi orang lain (Weisband, Schneider, & Connolly, 1995). Peran konvensional dipahami pesan kontrol relasional (Millar & Rogers, 1976), yang disampaikan melalui bahasa, memiliki belum dieksplorasi dalam kelompok secara online dan diad.
PEMBATASAN

Sebagai koleksi, artikel ini menunjukkan beberapa kesenjangan dalam cakupan mereka
lapangan. Untuk satu, berbagai teknologi yang diteliti terbatas. Baru
teknologi komunikasi adalah kategori yang luas, dan artikel yang ikuti fokus hanya pada dua: sinkron CMC dan komunikasi videomediated sinkron. Mereka melakukannya di beberapa tempat, beberapa yang masih ada dan beberapa eksperimen. Namun, mereka tidak memperhitungkan e-mail atau teknologi asynchronous lainnya, juga tidak mempertimbangkan ponsel dan video / sistem pesan teks fotografi atau sederhana yang eksplosif meningkat dengan penggunaan ponsel. Kekurangan lain adalah tidak adanya kontributor dari luar Amerika Utara. Calon peserta asing yang menurun, atau yang karyanya saat ini berfokus variabel selain bahasa, meninggalkan kesenjangan disayangkan dalam hal ini isu. Fokus pada variabel bahasa adalah parameter editorial yang saya dikenakan, dan sebagai hasilnya, untuk lebih baik atau lebih buruk, koleksi ini tidak menggali ke dalam kotak hitam dari penggunaan teknologi untuk variabel bahasa di dalamnya. Harapannya adalah bahwa kontribusi lalu dan masa depan untuk ini jurnal oleh penulis kekhawatiran yang dengan bahasa dan teknologi akan melengkapi perakitan saat ini, dan bahwa kelompok saat penulis-di antara mereka seorang sejarawan bahasa, ahli bahasa, kognitif dan psikolog sosial, dan komunikasi ulama-penawaran setidaknya keragaman minimal diterima dari perspektif dan pendekatan. Kesimpulannya, studi teknologi komunikasi baru berada pada titik pusat studi tentang bagaimana bahasa digunakan. Hal ini pas dan menyegarkan untuk asosiasi dan jurnal kami untuk fokus pada fenomena ini. Penggunaan bahasa, seperti diketahui dalam hubungan ini, adalah sistematis cairan dan akomodatif. Ini perubahan dalam menanggapi pergeseran dalam speaker, mereka tujuan, dan identitas sosial yang menonjol mereka. Bahasa adalah tidak kurang akomodatif dan cairan dalam menanggapi efek interaksi potensi kapasitas teknologi, identitas, dan tujuan. Mungkin lebih rentan terhadap efek interaksi ini daripada bicara adalah. Gagasan seperti tentang fleksibilitas dan kapasitas bahasa tidak, di beberapa kalangan dari CMC penelitian, bahkan belum mengerti benar. Di kalangan lainnya, mereka memiliki
menjadi pemahaman umum. Pertanyaan-pertanyaan yang tepat ofhow
fluiditas ini dan akomodasi dari bahasa menampakkan diri melalui teknologi-bagaimana komunikasi mereka diminta olehnya, dimodifikasi oleh itu, atau kuat untuk itu di pribadi dan profesional pengaturan-yang, pada kenyataannya, pertanyaan hari.







NAMA : RISZA NURHAIDA
NPM    : D1E013049

(apa) dari jurnal internasional saya mengambi tema cara penggunaan bahasa yang benar dan baik di internet serta komunikasi melalui komputer dan teknologi komunikasi
(siapa) orang-orang yang menggunakan computer dan internet

(mengapa) alas an jurnal ini di buat untuk mengetahui mengapa bahasa sangat berhubungan dalam teknologi komunikasi dan computer

(dimana) di cornel university, dikarenakan mahasiswa banyak menggunakan internet untuk berkomunikasi

(kapan) pada tahun 2004

(bagaimana)
Kesimpulannya, studi teknologi komunikasi baru berada pada titik pusat studi tentang bagaimana bahasa digunakan. Hal ini pas dan menyegarkan untuk asosiasi pada  jurnal kami untuk fokus dalam  fenomena ini. Penggunaan bahasa, seperti yg diketahui dalam hubungan ini, adalah bagian sistematis dan akomodatif. Perubahanini  dalam menanggapi pergeseran pada speaker, tujuanmereka, dan identitas sosial yang menonjolkan mereka. Bahasa adalah tidak kurang akomodatif  dalam menanggapi efek interaksi potensi bagi  kapasitas teknologi, identitas, dan tujuan