Senin, 28 Maret 2016

Essay

KURANGNYA VARIAN BRAND PRODUK YANG BEREDAR DIBENGKULU
Bengkulu adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sedang berkembang. Salah satu bentuk sebuah kota itu berkembang ialah berlomba-lombanya perusahaan dagang raksasa untuk menanamkan modal atau membuka cabang perusahaannya di kota berkembang tersebut. Seperti dikota-kota maju saat ini, sangat lengkap varian brand produk yang beredar dipasaran, bukan hanya brand produk lokal melainkan brand-brand produk import pun sangat mudah kita temukan. Tidak seperti di Bengkulu, sangat jarang kita bisa temukan brand produk yang umum di kota besar, walaupun ada sebagian brand produk yang mulai beredar di Bengkulu, bahkan membuka cabang sendiri.
Banyak perusahaan brand produk yang berhasil setelah membuka cabangnya di Bengkulu, tentu saja salah satu keunggulannya ialah tidak adanya saingan bagi perusahaan tersebut. sebagai contoh perusahaan yang berhasil ialah  Matahari dan 21 Cineplex. Matahari ialah situs perdagangan asal Indonesia yang menyediakan lebih dari ratusan ribu produk dari segala kebutuhan mulai dari fashion, kesehatan, kecantikan, hingga perlengkapan rumah tangga. Ditambah lagi Matahari membuka anak perusahaan yang bergerak dibidang distributor bahan pangan, elektronik, perlengkapan rumah, dan lain-lain yang bernama Hypermart (Wikipedia). Perusahaan raksasa ini merajai pusat perbelanjaan di Bengkulu untuk saat ini yang pada dasarnya mencederai pasar tradisional yang sejak dahulu sudah ada di Bengkulu. 21 Cineplex ialah sebuah  jaringan bioskop dan pelopor jaringan Cineplex di Indonesia, seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, 21 Cineplex telah melakukan sejumlah pembenahan dan pembaharuan, diantaranya adalah dengan membentuk jaringan bioskopnya menjadi 4 merek terpisah, yakni Cinema 21, Cinema XXI, The Premiere, dan IMAX (Wikipedia). Namun khusus di Bengkulu hanya ada Cinema 21 yang kita ketahui sebagai kelas bioskop paling ekonomis keluaran 21 Cineplex, banyak rumor yang berkembang saat ini ialah akan dibangunnya Cinema XXI yang kelasnya diatas Cinema 21 dan tentu saja dengan harga tiket yang lebih mahal namun dengan fasilitas lebih lengkap. Kedua perusahaan ini lah yang saat ini merajai pasar jual Bengkulu karena belum adanya pesaing dengan produk yang sama.
Namun berbicara tentang perusahaan yang berhasil tentu saja ada juga perusahaan yang gulung tikar setelah mencoba peruntungannya di Bengkulu. Sebagai contoh Timezone, Moko Moko, Pulsar Bajaj, Rudi Hadisuarno, dan Johnny Andrean. Perusahaan-perusahaan ini tumbang dikarenakan kurangnya peminat atau kalah saing oleh perusahaan serupa yang lain. Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan bangkrutnya sebuah perusahaan di Bengkulu padahal di kota besar perusahaan tersebut cukup mempunyai nama dan reputasi, salah satu faktor utamanya adalah rendahnya pengetahuan dan sifat keterbelakangnya konsumen di Bengkulu.
Konsumen di Bengkulu tidak mempunyai sisi prestige (martabat, gengsi adalah suatu pandangan aura dari keberhasilan dan kemewahan untuk menggambarkan seseorang (arti-definisi-pemgertian.info)) dalam berbelanja, jangankan sisi prestige, rasa loyalitas kepada sebuah brand produk pun tidak ada. Lain halnya seperti di kota-kota besar, para konsumen berlomba-lomba memuaskan hasrat belanjanya dengan menomor-satukan sisi prestige untuk produk yang akan dibeli, sehingga perusahaan ternama pun berlomba-lomba menanamkan modal untuk membuka cabang baru. Sering sekali kita dengar pembicaraan konsumen dibengkulu tentang perbandingan harga sepasang sepatu Nike di Sport Station dan di Suprapto, jelas membandingkan harga dari perusahaan besar dengan toko kecil sangat lah salah, bukan karena beda kelas, melainkan beda produk, walaupun keduanya sama-sama menjual brand produk yang sama, tapi kualitas kedua buah produk sangat jauh berbeda, produk yang di jual di Sport Station ialah produk original sedangkan yang dijual di Suprapto adalah produk-produk KW alias bajakan. Nah, buruknya sifat konsumen di kota Bengkulu ini adalah lebih memandang sesuatu tersebut dari sisi kwantitas daripada kwalitas. Hal ini lah yang membuat banyak perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia memilih untuk angkat kaki dari pasar Bengkulu dan karena fenomena ini lah banyak sekali brand produk unggulan dan ternama di Indonesia mengurungkan niatnya untuk membuka cabang di Bengkulu.
Bukan hanya itu saja, sifat lain konsumen dibengkulu yang bisa dibilang sangat tertinggal dari konsumen kota besar ialah rasa penasaran yang besar namun cepat jenuh dari konsumen di Bengkulu. Contohnya ialah apabila sebuah perusahaan ternama terbesar dari kita membuka cabang baru di Bengkulu, rasa antusiasme konsumen Bengkulu sangat lah menggebu-gebu, yang menyebabkan antrian panjang pada saat grand opening perusahaan tersebut, rasa ingin tahu yang sangat besar membuat kewalahan para pekerja diperusahaan tersebut, banyaknya pesanan dan permintaan membuat omset diawal meroket. Contohnya saja saat grand opening suatu perusahaan ternama di Bengkulu, yaitu Pizza Hut, pada hari itu sangatlah baik antusiasme para konsumen terhadap perusahaan tersebut. namun hal ini tidak akan bertahan lama, maksimal 3 bulan perusahaan tersebut ramai akan pembeli, lewat dari 3 bulan penjualan akan berjalan normal, bahkan mendadak sepi apabila ada perusahaan lain yang membuka cabang juga di Bengkulu sehingga para konsumen berpindah haluan dengan sangat cepat. itu pun membuat suatu perusahaan ternama berfikir dahulu jika akan membuka perusahaannya di Bengkulu.  Itu semua membuktikan bahwa antusiasme para konsumen Bengkulu hanya baik di awal saja. Tetapi ada beberapa perusahaan yang cukup bertahan sampai saat ini, atau membuka cabang lain. Itu karena para konsumen Bengkulu menyukai barang jual perusahaan tersebut, seperti El-Jhon adalah salah satu toko yang besar dan memiliki beberapa cabang di Bengkulu, karena ini semua terlihat dari barang yang di jualnya merupakan barang untuk sehari-hari, maka dari itu banyaknya cabang yang dibukanya. 
Disini sangat diperlukan management yang tepat agar tidak terjadinya kebangkrutan yang sangat menghantui setiap saat. Management harus bekerja keras untuk menciptakan ide-ide, inovasi dan kreasi baru guna memancing kembali konsumen karena sifat konsumen Bengkulu yang haus akan hal baru. Misalnya dengan mengadakan event dan program acara yang menarik serta melakukan beragam promo pada produk. Salah satu cara ampuh untuk mencari konsumen yang loyal akan brand produk tersebut ialah dengan cara merangkul komunitas yang mempunyai massa besar, dengan promo atau endorse besar-besaran kepada komunitas tersebut, mereka akan membawa keutungan juga bagi perusahaan dengan tanpa disadari mereka menjadi iklan berjalan bagi produk kita. Serta banyak lagi ide-ide yang bisa digali untuk tetap menstabilkan grafik penjualan perusahaan.

Intinya, sangat tidak menutup kemungkinan Bengkulu bisa menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan-perusahaan besar ternama dari dalam atau luar negeri, asalkan konsumen di Bengkulu ingin belajar untuk menjadi konsumen yang baik dan mempunyai sisi prestige dalam belanja. Karena perusahaan brand produk lah yang menjadi salah satu penentu kemajuan sebuah kota, semakin banyak brand produk yang beredar, maka semakin banyak juga turis-turis domestic maupun mancanegara berdatangan ke Bengkulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar