KURANGNYA VARIAN BRAND PRODUK YANG
BEREDAR DIBENGKULU
Bengkulu
adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sedang berkembang. Salah satu
bentuk sebuah kota itu berkembang ialah berlomba-lombanya perusahaan dagang
raksasa untuk menanamkan modal atau membuka cabang perusahaannya di kota
berkembang tersebut. Seperti dikota-kota maju saat ini, sangat lengkap varian
brand produk yang beredar dipasaran, bukan hanya brand produk lokal melainkan
brand-brand produk import pun sangat mudah kita temukan. Tidak seperti di
Bengkulu, sangat jarang kita bisa temukan brand produk yang umum di kota besar,
walaupun ada sebagian brand produk yang mulai beredar di Bengkulu, bahkan
membuka cabang sendiri.
Banyak
perusahaan brand produk yang berhasil setelah membuka cabangnya di Bengkulu,
tentu saja salah satu keunggulannya ialah tidak adanya saingan bagi perusahaan
tersebut. sebagai contoh perusahaan yang berhasil ialah Matahari dan 21 Cineplex. Matahari ialah
situs perdagangan asal Indonesia yang menyediakan lebih dari ratusan ribu
produk dari segala kebutuhan mulai dari fashion, kesehatan, kecantikan, hingga
perlengkapan rumah tangga. Ditambah lagi Matahari membuka anak perusahaan yang
bergerak dibidang distributor bahan pangan, elektronik, perlengkapan rumah, dan
lain-lain yang bernama Hypermart (Wikipedia). Perusahaan raksasa ini merajai
pusat perbelanjaan di Bengkulu untuk saat ini yang pada dasarnya mencederai
pasar tradisional yang sejak dahulu sudah ada di Bengkulu. 21 Cineplex ialah
sebuah jaringan bioskop dan pelopor
jaringan Cineplex di Indonesia, seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, 21
Cineplex telah melakukan sejumlah pembenahan dan pembaharuan, diantaranya
adalah dengan membentuk jaringan bioskopnya menjadi 4 merek terpisah, yakni
Cinema 21, Cinema XXI, The Premiere, dan IMAX (Wikipedia). Namun khusus di
Bengkulu hanya ada Cinema 21 yang kita ketahui sebagai kelas bioskop paling
ekonomis keluaran 21 Cineplex, banyak rumor yang berkembang saat ini ialah akan
dibangunnya Cinema XXI yang kelasnya diatas Cinema 21 dan tentu saja dengan
harga tiket yang lebih mahal namun dengan fasilitas lebih lengkap. Kedua
perusahaan ini lah yang saat ini merajai pasar jual Bengkulu karena belum
adanya pesaing dengan produk yang sama.
Namun
berbicara tentang perusahaan yang berhasil tentu saja ada juga perusahaan yang
gulung tikar setelah mencoba peruntungannya di Bengkulu. Sebagai contoh
Timezone, Moko Moko, Pulsar Bajaj, Rudi Hadisuarno, dan Johnny Andrean.
Perusahaan-perusahaan ini tumbang dikarenakan kurangnya peminat atau kalah saing
oleh perusahaan serupa yang lain. Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan
bangkrutnya sebuah perusahaan di Bengkulu padahal di kota besar perusahaan
tersebut cukup mempunyai nama dan reputasi, salah satu faktor utamanya adalah
rendahnya pengetahuan dan sifat keterbelakangnya konsumen di Bengkulu.
Konsumen
di Bengkulu tidak mempunyai sisi prestige
(martabat, gengsi adalah suatu pandangan aura dari keberhasilan dan kemewahan
untuk menggambarkan seseorang (arti-definisi-pemgertian.info)) dalam
berbelanja, jangankan sisi prestige,
rasa loyalitas kepada sebuah brand produk pun tidak ada. Lain halnya seperti di
kota-kota besar, para konsumen berlomba-lomba memuaskan hasrat belanjanya
dengan menomor-satukan sisi prestige
untuk produk yang akan dibeli, sehingga perusahaan ternama pun berlomba-lomba
menanamkan modal untuk membuka cabang baru. Sering sekali kita dengar
pembicaraan konsumen dibengkulu tentang perbandingan harga sepasang sepatu Nike
di Sport Station dan di Suprapto, jelas membandingkan harga dari perusahaan
besar dengan toko kecil sangat lah salah, bukan karena beda kelas, melainkan
beda produk, walaupun keduanya sama-sama menjual brand produk yang sama, tapi
kualitas kedua buah produk sangat jauh berbeda, produk yang di jual di Sport
Station ialah produk original sedangkan yang dijual di Suprapto adalah
produk-produk KW alias bajakan. Nah, buruknya sifat konsumen di kota Bengkulu
ini adalah lebih memandang sesuatu tersebut dari sisi kwantitas daripada
kwalitas. Hal ini lah yang membuat banyak perusahaan-perusahaan ternama di
Indonesia memilih untuk angkat kaki dari pasar Bengkulu dan karena fenomena ini
lah banyak sekali brand produk unggulan dan ternama di Indonesia mengurungkan
niatnya untuk membuka cabang di Bengkulu.
Bukan
hanya itu saja, sifat lain konsumen dibengkulu yang bisa dibilang sangat
tertinggal dari konsumen kota besar ialah rasa penasaran yang besar namun cepat
jenuh dari konsumen di Bengkulu. Contohnya ialah apabila sebuah perusahaan
ternama terbesar dari kita membuka cabang baru di Bengkulu, rasa antusiasme
konsumen Bengkulu sangat lah menggebu-gebu, yang menyebabkan antrian panjang
pada saat grand opening perusahaan
tersebut, rasa ingin tahu yang sangat besar membuat kewalahan para pekerja
diperusahaan tersebut, banyaknya pesanan dan permintaan membuat omset diawal
meroket. Contohnya saja saat grand
opening suatu perusahaan ternama di Bengkulu, yaitu Pizza Hut, pada hari
itu sangatlah baik antusiasme para konsumen terhadap perusahaan tersebut. namun
hal ini tidak akan bertahan lama, maksimal 3 bulan perusahaan tersebut ramai
akan pembeli, lewat dari 3 bulan penjualan akan berjalan normal, bahkan
mendadak sepi apabila ada perusahaan lain yang membuka cabang juga di Bengkulu
sehingga para konsumen berpindah haluan dengan sangat cepat. itu pun membuat
suatu perusahaan ternama berfikir dahulu jika akan membuka perusahaannya di
Bengkulu. Itu semua membuktikan bahwa
antusiasme para konsumen Bengkulu hanya baik di awal saja. Tetapi ada beberapa perusahaan
yang cukup bertahan sampai saat ini, atau membuka cabang lain. Itu karena para
konsumen Bengkulu menyukai barang jual perusahaan tersebut, seperti El-Jhon adalah
salah satu toko yang besar dan memiliki beberapa cabang di Bengkulu, karena ini
semua terlihat dari barang yang di jualnya merupakan barang untuk sehari-hari,
maka dari itu banyaknya cabang yang dibukanya.
Disini
sangat diperlukan management yang tepat agar tidak terjadinya kebangkrutan yang
sangat menghantui setiap saat. Management harus bekerja keras untuk menciptakan
ide-ide, inovasi dan kreasi baru guna memancing kembali konsumen karena sifat
konsumen Bengkulu yang haus akan hal baru. Misalnya dengan mengadakan event dan
program acara yang menarik serta melakukan beragam promo pada produk. Salah
satu cara ampuh untuk mencari konsumen yang loyal akan brand produk tersebut
ialah dengan cara merangkul komunitas yang mempunyai massa besar, dengan promo
atau endorse besar-besaran kepada
komunitas tersebut, mereka akan membawa keutungan juga bagi perusahaan dengan
tanpa disadari mereka menjadi iklan berjalan bagi produk kita. Serta banyak
lagi ide-ide yang bisa digali untuk tetap menstabilkan grafik penjualan
perusahaan.
Intinya,
sangat tidak menutup kemungkinan Bengkulu bisa menjadi pasar yang menarik bagi
perusahaan-perusahaan besar ternama dari dalam atau luar negeri, asalkan
konsumen di Bengkulu ingin belajar untuk menjadi konsumen yang baik dan
mempunyai sisi prestige dalam
belanja. Karena perusahaan brand produk lah yang menjadi salah satu penentu
kemajuan sebuah kota, semakin banyak brand produk yang beredar, maka semakin
banyak juga turis-turis domestic maupun mancanegara berdatangan ke Bengkulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar